Sejarah Batik Cirebon

0 Comments

Berbicara tentang Batik Cirebon tidak terlepas dari Trusmi, sebuah tempat di Kabupaten Cirebon yang kini menjadi sentra Batik Trusmi. Apa dan bagaimana Trusmi menjadi sentra batik? lihat kutipan sejarah di bawah. Keunikan motif dan corak yang dihasilkan oleh berbagai batik daerah menjadi kekuatan yang besar, terutama karena kekayaan batik Indonesia. Tidak ada negara yang memiliki motif batik sebanyak orang Indonesia.

Jika kita ingin melihat kekayaan motif batik pria Indonesia, contoh yang paling sederhana hanya ada di Jawa Barat. Meski masih dalam satu wilayah dan budaya yang sama, masing-masing daerah seperti Cirebon dan Indramayu sudah memiliki karakter dan motif yang berbeda. Ada juga perbedaan yang sangat jauh dan sangat signifikan antara Cirebon dan Garut.

Batik Trusmi Cirebon mulai ada sejak abad ke-14, daerah dimana banyak tanaman tumbuh pada saat itu, kemudian orang-orang menebang tetapi tidak lama kemudian tanaman itu tumbuh kembali. Sedemikian rupa sehingga tanah bernama Villaggio Trusmi yang berasal dari kata tersebut terus berkembang.

Awalnya Sultan Kraton menyuruh Trusmi membuat batik seperti dirinya tanpa membawa contoh batik, dia hanya boleh melihat alasannya. Ketika saatnya tiba, Trusmi kembali dengan batik yang telah dibuatnya dan saat itu ia meminta kepada Sultan untuk batik asli, yang kemudian dibungkusnya kedua (batik asli dengan batik yang telah dibuat / digandakan).

Orang Trusmi kemudian meminta kepada sultan untuk memilih batik yang asli, tetapi mereka tidak dapat membedakannya, tetapi tidak ada duplikat batik yang sama sekali tidak ada dari batik aslinya. Sehingga sultan menyadari bahwa batik yang diproduksi oleh Trusmi sangat tertib, tanpa membawa sampel batik yang sebenarnya bisa membuat batik yang sama.

Secara umum batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik Pesisir. Namun, beberapa batik Cirebon termasuk dalam koleksi batik Keraton. Hal ini karena Cirebon memiliki dua keraton yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman yang konon menurut sejarah kedua keraton tersebut. Beberapa desain batik klasik Cirebon muncul seperti motif Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, Alas Ayam dan lain-lain.

Beberapa hal penting yang dapat dijadikan keunggulan (feature) batik Cirebon dibandingkan produksi batik dari kabupaten lain adalah sebagai berikut:

Batik Cirebonan untuk desain klasik tradisional biasanya menyertakan motif wadasan (batu) pada motif tertentu. Selain itu, terdapat elemen dekoratif berupa awan (mega) pada bagian yang disesuaikan dengan motif utama.
Batik Cirebonan tradisional / klasik selalu bercirikan background yang lebih terang (alas kanvas) dari warna garis utama pada pola.

Latar belakang / pangkal kain biasanya dibersihkan dari noda hitam atau warna yang tidak diinginkan akibat penggunaan lilin pecah sehingga proses pewarnaan mengakibatkan pewarna yang tidak diinginkan menempel pada kain.

Garis pola pada batik Cirebonan menggunakan garis tunggal, tipis (kecil) sekitar 0,5mm dengan warna garis lebih gelap dari warna latar. Hal ini dikarenakan proses pembatikan di Cirebon sangat baik dalam pemblokiran kawasan dengan menggunakan canting khusus (canting Dinding dan Bleber).

Warna klasik batik Cirebonan umumnya kuning, hitam (sogan gosok) dan warna dasar krem, ada pula yang merah tua, biru, hitam dengan dasar putih atau gading.

Kelima ciri tersebut merupakan keunggulan teknis dari batik Cirebonan klasik / tradisional. Berbeda dengan kelompok batik Cirebon yang termasuk dalam kelompok batik Pesisir. Ciri-ciri batik Cirebonan Pesisiran dipengaruhi oleh karakter masyarakat pesisir yang umumnya berjiwa terbuka dan senang menerima pengaruh asing. Daerah sekitar pelabuhan biasanya dipenuhi oleh orang asing yang merantau, berlabuh hingga terjadi perkawinan etnis (asimilasi) lainnya, sehingga batik Pantai Cirebonan lebih cenderung menerima pengaruh dari luar.

Batik cirebon cenderung menyesuaikan atau menyesuaikan dengan selera konsumen dari berbagai daerah (lebih cocok untuk barang niaga dan niaga), sehingga warna batik cirebonan pesisiran lebih menarik dengan menggunakan banyak warna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *